Kamis, 30 Januari 2014

Internet di Indonesia Paling Lelet Nomor Dua di Dunia



Penyedia layanan cloud global Akamai Technologies Inc telah merilis laporan State of the Internet edisi terbaru untuk kuartal III 2013. Laporan tersebut berisi data-data mengenai kecepatan koneksi internet, jumlah traffic, adopsi broadband, dan serangan cyber dari hasil survei 122 negara di seluruh dunia yang tergabung dalam Akamai Intelligent Platform.
State of the Internet kali ini melaporkan bahwa angka kecepatan koneksi internet dunia telah meningkat sebesar 10 persen dibanding kuartal lalu menjadi 3,6 megabit per detik (Mbps). Jumlah yang merupakan rata-rata global itu masih lebih tinggi dibandingkan kecepatan koneksi internet Indonesia yang pada kuartal ini tercatat sebesar 1,5 Mbps.
Angka tersebut mendudukkan Indonesia di posisi kedua terbawah di antara negara-negara Asia Pasifik, dalam hal kecepatan koneksi internet rata-rata. Di wilayah ini, Indonesia hanya lebih tinggi dari India yang mencatat angka 1,4 Mbps.
Negara-negara lain yang termasuk dalam wilayah Asia Pasifik adalah Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, China, Selandia Baru, Australia, Singapura, Taiwan, Hongkong, Jepang, dan Korea Selatan. Koneksi tercepat dipegang oleh Korea Selatan dengan angka rata-rata 22,1 Mbps.
Negeri Ginseng itu sekaligus menyabet predikat sebagai negara dengan koneksi terkencang di dunia untuk kali kesekian. Korea Selatan diikuti Jepang dan Hongkong yang masing-masing mencatat kecepatan koneksi internet rata-rata sebesar 13,3 Mbps dan 12,5 Mbps.
Korea Selatan, Jepang, dan Hongkong secara berurutan duduk di ranking pertama, kedua, dan ketiga dalam tangga kecepatan internet rata-rata terkencang di seluruh dunia. Adapun Indonesia muncul di posisi ke-115.
Dilihat dari segi adopsi broadband, sebanyak 70 persen pengguna internet Korea Selatan menikmati kecepatan di atas 10 Mbps, sementara Indonesia hanya 0,1 persen. Jika standar tersebut diturunkan menjadi 4 Mbps, maka sebesar 93 persen koneksi internet di Korea Selatan sudah melewati angka tersebut, berbanding 1,8 persen di Indonesia.
Temuan lain yang turut digarisbawahi dalam laporan State of the Internet kuartal III 2013 Akamai adalah turunnya jumlah serangan cyber yang berasal dari Indonesia, setelah sempat naik drastis pada kuartal sebelumnya.

Predikat negara asal serangan cyber terbanyak kembali dipegang oleh China yang menjadi sumber 35 persen serangan. Urutan kedua dan ketiga ditempati Indonesia dan Amerika Serikat yang masing-masing menjadi sumber dari 20 persen dan 11 persen serangan cyber.

Kamis, 23 Januari 2014

Memotret Hanya Dengan Kedipan seksi Mata Anda

wohoooooo...................... Teknologi Baru Guys, ada yang tau film Iron Man dengan Tony stark yang memakai kacamata yang super canggihnya  Saat ini pun ada versi 'advance' dari Google Glass, yakni Google Glass Explorer sudah dirilis. Namun pihak Google mengatakan bahwa masyarakat harus tetap bersabar menunggu Google Glass versi umum.
"Para konsumen harus bersabar menunggu hingga peluncuran Google Glass versi umum," ujar Eric Schmidt, Executive Chairman di Google.
"Saat ini Google Glass masih dalam tahap awal sekali. Pikirkan saja masih dalam tes ujicoba (beta). Mudah-mudahan bakal berjalan dengan lancar," imbuh Schmidt.
Saking besarnya antusias masyarakat terhadap Google Glass, belum resmi rilis, kacamata tersebut sudah diretas.
Pendiri aplikasi jailbreak Cydia for iOS, Jay Freeman, atau dikenal dengan nama Saurik, mengaku berhasil meretas Google Glass.
Melalui akun Twitter, Freeman menampilkan tautan foto demonstrasi dari device info tentang peretasan Google Glass.
Freeman yang juga dikenal dengan nama Saurik, mengaku mendapatkan Google Glass melalui program developer yang digelar oleh Google.
Proses peretasan atau di Android dikenal dengan istilah 'root' dilakukan Freeman dengan menggunakan tool B1nary. Tool ini memang diketahui mampu membuka akses root ke Android, seperti Android 4.0.4 yang dipakai di Google Glass.
Belum resmi rilis pun pihak Google juga merilis video tutorial bagi para calon pengguna Google Glass.
Video itu menampilkan cara mengoperasikan Google Glass dengan mudah melalui sentuhan jari. Ditunjukkan pula bagaimana cara mengaktifkan Glass, membuka konten, mengakses informasi, hingga berbagi foto dengan teman melalui Google Plus.
Selain itu, video berdurasi 68 detik ini juga membahas bagaimana cara berinteraksi dasar dengan perangkat pintarnya.
Ide awal pembuatan video tutorial ini disebut untuk memberikan gambaran seperti apa penggunaan Google Glass saat menempel di kepala.
Seseorang yang beruntung bisa 'mencicipi' kecanggihan Google Glass ini ialah Jay Lee. Namun tak hanya menguji cobanya, Lee juga ternyata berhasil mengungkap prosesor yang disematkan pada Google Glass.
Dengan menggunakan tool Android Debug Bridge (ADB), Lee berusaha mencari tahu info lain dari Google Glass. Hasilnya diketahui bahwa kacamata inovatif dari Google ini menggunakan prosesor Texas Instruments dual-core OMAP 4430 SoC dengan RAM sebesar 1GB, dan 682MB di antaranya tersedia untuk developer.
Prosesor ini tergolong produk lawas karena serupa seperti disematkan pada Samsung Galaxy S2 yang dirilis 2011.
Menurut Google, kacamata canggih ini dilengkapi flash memori 16GB, kamera 5 megapiksel, display HD, dan dijalankan dengan sistem operasi Android 4.0.4. Google Glass juga disebut dibekali konektivitas WiFi 802.11 b/g, Bluetooth, dan sistem audio terintegrasi langsung ke telinga pengguna.
Mendapat predikat sebagai teknologi yang paling diantisipasi saat ini, embuat banyak pihak berusaha terus mengulik informasi gadget canggih tersebut.
Gambar paten teknologi yang beredar mengindikasikan bahwa Google Glass generasi selanjutnya bakal transparan.
Berdasarkan gambar paten yang banyak beredar pun, Google mulai 'bermain-main' dengan ide kacamata transparan.
Dari Google sendiri berencana akan meluncurkan Google Glass untuk masyarakat pada akhir tahun.
Bahkan saking besarnya antusiasme pecinta teknologi akan Google Glass, beberapa perusahaan lainnya juga turut mengembangkan kacamata canggih dengan teknologi serupa.
Kita lihat siapa yang akan memenangi pertarungan kacamata canggih ini. Akankah Google Glass 'sang pelopor'? Atau mereka 'para penirunya'? [ikh]

Kawasaki J Concept Motor Masa Depan

 seputar info nih sob, 
Bagi penggemar motor Bertepatan dengan ajang Tokyo Motor Show (TMS) 2013, perusahaan sepeda motor, Kawasaki tak kalah menggebrak dengan menampilkan motor unik, J Electric Three-Wheeler Concept.
Dilansir Motorcycle, Kamis 21 September 2013, motor konsep roda tiga bertenaga listrik ini mampu menyesuaikan bentuknya tergantung kecepatan. Tongkrongannya dibuat futuristik namun garang.
Saat dikemudikan santai, posisi duduk lebih tegak seperti mengendarai bebek atau matik. Namun, saat ngebut bisa seperti motor sport, di mana posisi motor membuat badan lebih membungkuk.
Beda dengan motor pada umumnya, setang dibuat sejajar dengan bahu badan. Posisi tuas setang memanjang dan langsung berhubungan dengan roda depan yang terpisah--seperti Piaggio MP3 yang berada di sisi kanan dan kiri. Jika dilihat posisi setang akan terlihat seperti sedang bermain sky.
Untuk masalah mesin, Kawasaki masih enggan membeberkanya. Kawasaki hanya menjelaskan tenaga yang dihasilkan berasal dari gigacell high-capacity nickel metal hydrid battery.
Tidak menutup kemungkinan inovasi dalam bentuk prototipe ini bisa saja diwujudkan Kawasaki, untuk menjadi sebuah kendaraan modern di masa depan.

Follow me @Arizal_Arieff

Selasa, 21 Januari 2014

Teknologi Layar Fleksibel

Kabar gembira bagi para pengguna fanatik ponsel keren ! Sebuah kategori handphone terbaru akan muncul dan akan luar biasa: para analis menyebutnya sebagai Wearable Gadget atau kalau di Indonesiakan akan menjadi Gadget yang bisa dipakai/dikenakan oleh pengguna. (Terlalu panjang ya ? Mungkin lebih mudah menyebutnya sebagai wearable gadget saja.)

Kategori produk ini muncul karena kemajuan yang telah dicapai dalam teknologi layar fleksibel, yakni teknologi yang memungkinkan layar digital bisa ditekuk s/d tekukan maksimumnya tanpa mengalami patah, bahkan memungkinkan untuk digulung sehingga akan menghemat tempat penyimpanan. Mudah dibawa kemana-mana pula!
Saat ini, mulai dari Apple dan Samsung dan sekarang Dell, tengah berpacu menjadi yang paling dominan dalam teknologi layar  fleksibel. Teknologi ini memungkinkan pembuat gadget berinvestasi dalam teknologi yang dapat dipakai/dikenakan oleh user.
Beberapa perusahaan telah menyatakan dapat merancang teknologi ini termasuk Google, yang saat ini telah memiliki ribuan orang dalam masa pengujian kaca mata pintar ala Google, sedangkan Apple, kabarnya tengah memulai pengembangan alat untuk menonton cerdas, semacam iPod untuk 'mata'.
Dell masih cenderung tertutup dengan gadget rahasianya, mengatakan bahwa saat ini terlalu spekulatif untuk memastikan cara terbaik untuk masuk ke pasar baru yang panas ini,  terutama jika dikaitkan dengan penjualan PC Dell yang menurun, sedangkan Samsung dan Foxconn juga masih melakukan GTM (gerakan tutup mulut) dengan melakukan klaim serupa tentang pengembangan wearable Gadget ini. Terakhir rumor handphone Samsung berlayar fleksibel masih belum menjadi kenyataan dengan peluncuran lini andalan Galaxy Notes mereka yang ternyata tanpa disertai teknologi ini.
Belum satu pun dari gadget baru ini yang telah terbukti menghasilkan uang. Sementara itu, kaca mata Google adalah yang paling dekat dengan peluncurannya. Sementara raksasa teknologi dunia berinvestasi dana pengembangan dalam jumlah selangit pada teknologi ini, masih harus memulai periode pengujian yang panjang.
Organisasi riset IHS memprediksi akan ada hampir 800 juta unit pengiriman pada tahun 2020 dari hanya 3,2 juta yang telah dikirim para pabrikan tahun ini, dengan pasar pendapatan meningkat menjadi $41,3 miliar dari $100.000.
"Permintaan untuk tampilan layar fleksibel diharapkan akan mengalami pertumbuhan besar-besaran selama tujuh tahun berikutnya, dengan berbagai macam aplikasi akan mendorong hampir 250 kali peningkatan pengiriman dari 2013 s/d 2020," kata Direktur Mobile Emerging Displays and Technology Vinita Jakhanwal.
Jakhanwal memprediksi gerakan yang pertama dalam kategori ini akan cenderung lambat sampai tercapainya kematangan  teknologi pelindung layar yang sesuai seperti teknologi temuan Gorilla Corning yang akan membantu melindungi layar pada tablet dan smartphone. Hambatan utamanya nampak sepele: mesin pemroduksi layar pada pabrik handphone dan lainnya tidak didesain untuk menerima material berbentuk gulungan melainkan berbentuk lembaran. Sehingga dibutuhkan penyesuaian yang diperlukan.
Selain itu pertimbangan apakah pasar akan menerima atau tidak kedatangan teknologi baru layar fleksibel ini juga bisa menjadi penghambat. Para pengamat mengungkapkan fakta bahwa layar fleksibel lebih menambah keindahan bentuk daripada pertambahkan fungsi. Terkecuali mungkin Google dan Apple karena mereka telah membentuk pasar baru untuk layar fleksibel ini.
Dan khusus pengiriman lini produk smartphone dengan layar fleksibel diproyeksikan akan naik ke 351 juta unit pada 2020, (naik dari 2 juta unit pada tahun 2013). Teknologi layar smartphone semacam ini tidak benar-benar ditekuk sampai terlipat, tetapi mengandung substrat yang fleksibel yang memungkinkan untuk mencapai kelekukan maksimum/hampir pecah namun tetap dapat mempertahankan ketipisannya.
Layar fleksibel tahan lama yang dapat secara fisik ditekuk akan datang segera, meskipun pada awalnya akan optimal diterapkan pada layar besar atau smartphone berbentuk gelang dalam upaya untuk memaksimalkan ruang layar. LG dipandang sebagai pemimpin pasar dalam kategori tersebut, sudah menjual LG televisi di Korea dengan layar melengkung, ungkap Jakhanwal. Meski demikian LG juga telah masuk ke pasar penyuplai layar flexibel ini.
Lebih jauh ke depan ia mengatakan kaca fleksibel akhirnya akan menjadi benar-benar fleksibel, bahkan rollable/bisa digulung, mampu dimanipulasi oleh pengguna dan akan memicu "generasi berikutnya perangkat yang menghemat ruang."

~A

Mind Meld - Mesin Pengendali Pikiran yang Jadi Kenyataan


Ingat serial TV atau film Star Trek? Dalam salah satu sinema fiksi ilmiah terbaik itu, Spock, salah satu tokohnya, mendemonstrasikan mind meld atau peleburan pikiran. Lewat peleburan pikiran, Spock berbagi pemikiran, pengalaman, dan ingatan, tanpa kontak.

Selama bertahun-tahun, manusia menganggap bahwa peleburan pikiran tersebut hanya fantasi belaka. Namun, riset terbaru oleh peneliti dari University of Washington menunjukkan bahwa peleburan pikiran tersebut bisa menjadi kenyataan.

Dua peneliti asal University of Washington, Rajesh Rao dan Andrea Stocco, mendemonstrasikan peleburan pikiran antar-manusia untuk pertama kali. Sebelumnya, peleburan pikiran pernah didemonstrasikan antar-tikus serta antara manusia dan tikus.

Dalam eksperimen yang dilakukan pada 12 Agustus 2013 lalu, Rao berhasil mengendalikan pikiran Stocco, tanpa kontak apa pun, tanpa bahasa apa pun, dan dari jarak jauh. Rao berhasil membuat Stocco menjalankan perintah yang tidak terkatakan, tetapi hanya ada di pikiran.

Untuk melakukannya, dua peneliti menggunakan beberapa perangkat, yakni electroenchepalograph (EEG) yang biasa digunakan kalangan kedokteran untuk merekam aktivitas otak, komputer, transcranial magnetic stimulation (TMS) untuk memicu gerakan motorik berdasarkan sinyal yang diterima, serta koneksi internet.

Rao melihat layar komputer dan memainkan video game dalam pikirannya. Di tengah permainan, ia berpikir bahwa ia sedang menembakkan meriam. Ia membayangkan bahwa ia menggerakkan tangan kanannya untuk mengarahkan kursor komputer ke tombol "fire".

Pikiran Rao ini direkam oleh perangkat EEG dan akhirnya diubah oleh komputer. Dengan bantuan koneksi internet, pikiran atau pesan Rao dikirim ke komputer Stocco. Pesan itu lalu diterima perangkat TMS yang dikenakan oleh Stocco.

Segera setelah pesan diterima, Stocco menggerakkan tangan kanannya secara tak sadar, seolah-olah menekan tombol "fire" untuk menembakkan meriam. Gerakan tangan tak sadar Stocco menunjukkan bahwa pengendalian pikiran yang dilakukan Stocco dan Rao berhasil.

Berkomentar tentang keberhasilannya, Rao seperti dikutip Reuters, Selasa (27/8/2013), mengatakan, "Sangat mengagumkan sekaligus ngeri, membayangkan aksi yang ada di pikiran saya diterjemahkan menjadi aksi nyata oleh otak orang lain."

Keberhasilan ini punya beberapa manfaat yang bisa dibayangkan. Misalnya, di masa depan, teknologi ini bisa membantu orang yang mengalami paralisis. Namun, jangan dibayangkan bahwa dengan teknologi ini seseorang bisa mengendalikan pikiran orang lain seenaknya.

Jumat, 03 Januari 2014

Istilah Web

Dalam dunia maya, kita mengenal beberapa istilah web, yaitu www, website, web pages, dan homepage. Mungkin sebagian dari anda menyatakan bahwa itu semua sama artinya. Tapi sebenarnya berbeda artinya.


  1. Web : Fasilitas Hypertext untuk menampilkan data berupa teks, gambar, suara, animasi, dan    multimedia
  2.  WWW (World Wide Web)  : Kumpulan web server dari seluruh dunia yg berfungsi menyediakan data untuk keperluan bersama.
  3.  Website (situs web) : Tempat penyimpanan data dan informasi tertentu. Website diibaratkan buku bertema tertentu.
  4. Web Pages (halaman web) : Sebuah Halaman khusus dari situs web tertentu. Diibaratkan halaman khusus pada sebuah buku.
  5.  Homepage : Sampul halaman berisi daftar isi/ menu sebuah situs web.


Website Intinya adalah hasil rangkaian program yang tertata rapi. Dasar pemograman web adalah HTML

Apa itu Indischool?

Indischool adalah wifi buatan Indonesia yang digunakan untuk hampir di seluruh sekolah di Indonesia yang mengakses Internet. Indischool membantu sekolah - sekolah dalam memberikan pelayanan wifi dengan harga terjangkau dan cara yang mudah. Hanya dengan memasukkan Username dan Password anda sudah dapat menikmati layanan Indischool sesuai paket yang anda beli. Anda dapat membeli paket Indischool di koperasi sekolah, kantin sekolah, atau dari guru TIK atau yang menjualnya di tempat lain.

Selanjutnya tentang Indischool dapat dilihat disini